Nov. 10, 2005 - Hidup untuk bekerja
(sisi lain dari kekesalan pada rutinitas)
dulu gwa punya keyakinan atau mungkin sebagian besar dari kita semua, kalo bekerja itu untuk hidup tapi kenapa sekarang kita hidup untuk bekerja?
(kayanya tulisannya bakalan serius nih,...apa lagi stress???)
seperti sekarang duduk dimeja kerja menghadapi rutinitas kerja yang sebenarnya tak menghasikan apa-apa kecuali gaji secukupnya trus kita dibuat tergantung akan uang karena tak ada sisa untuk ditabung, sehingga untuk mendapatkan lebih kita harus bekerja lebih bahkan diluar jam kerja formal, sehingga tanpa sadar kita telah hidup untuk bekerja.
padahal uang hanyalah selembar kertas yang ditulisi dengan angka yang nilai hakikinya sebenarnya tidak ada!!!!! (lebih lengkapnya bac aaja "kehancuran ekonomi" karya Umar IbrahimVadillo,1991 kepanjangan kalo ditulis disini)
agar uang kelihatan berharga kita dirayu untuk menginginkan produk2 yang tak pernah kita inginkan sebelumnya ataupun lewat peranan media massa baik berupa iklan, film, sinetron dan imajinasi2 yang mempengaruhi(meracuni) pikiran kita,. bahkan banyak barang yang sebenarnya tidak pernah kita perlukan kita membelinya akibat dari ilusi citra media. (dulu kita bisa hidup tanpa HP, home teater, PS2,Levi's, nike, motor!!!!)dan sadar ataupun tidak karakter kita pun di bentuk oleh ilusi citra yang di buat oleh media massa !! (dalam media massa citra wanita cantik itu harus kulit putih, tubuh langsing, rambutpanjang.......akhirnya banyak wanita yang membeli pemutih dsb)
kita telah menjadi robot dalam suatu prosess besar bernama produsen -konsumen
inilah agama yang dianut oleh hampir semua negara didunia dan di anut tanpa disadari oleh masyarakatnya....("Dajjal the king who has no clothes" karya Ahmad thompson 1980)
agama ini memperlakukan manusia sebagai bagian yangdiperlukan sekaligus dibuang begitu saja dalam sistem produsen konsumen. kita diharuskan mengikuti lajunya mesin dan menjadi robot untuk bertahan dalam sistem ini.
dalam agama ini kita di takuti oleh rasa panik atas kehidupan dan rasa cemas terhadap kemungkinan tidak memperoleh nafkah dan naungan yang layak,dirayu untuk menghasilkan lebih dari apa yang kita butuhkan dan bekerja lebih lama.
didalam agama ini suksek diukur dari seberapa besar kekuasaan anda atas orang lain, dari sekecil apa kekuasaan orang lain atas diri kita juga diukur dari seberapa besar uang yang kita peroleh. semakin banyak barang yang mampu kita beli semakin berhasilah kita. semakin bisa mengaplikasikan citra ideal semu yang ditampilkan media massa --trus ada banyak sekali citra ideal yang ditawarkan/diciptakan guna menciptakan pasar yang seluas-luasnya-- maka semakin terkenallah anda dalam agama produsen-konsumen.
sekali kita berhasil dipancing minatnya, kita harus mencari uang untuk membelinya.
maka dalam waktu sekejap saja kita telah meninggalkan cara hidup sebelumnya, guna membuat produk2 yang telah dipancing meminatinya demi upah untuk membelinya.
pola itu di perkuat dengan disusupkannya mekanisme hutang/kredit, semua orang digalakkan untuk menginginkan bahkan membutuhkan uang yang melebihi penghasilannya, sehingga mereka harus meminjam kekurangannya.begitu berhutang, maka mereka akan ketagihan dan terjebak dengan sistem ribanya (bagi gwa ini adalah pencurian yang dilegalkan oleh institusi bernama bank).
inilah mengapa islam sangat mengharamkan riba tidak saja karena menjerat, tapi karena dampak yang ditimbulkannya adalah berubahnya cara pandang/pola hidup dari hidup itu untuk ibadah menjadi hidup itu untuk bekerja....("Islam against Economics" Umar Ibrahim Vadillom 1991)
(udahlah bekerja juga kan ibadah:D)
secara personal kita dengan Tuhan,..iya bekerja adalah ibadah, tapi secara sistem kita bekerja dalam sistem yang tidak beribadah,...sistem yang memusatkan kekayaan dalam segelintir orang, sistem yang membolehkan manusia mengeksplotasi manusia lainnya,..sistem yang menentukan sendiri mana halal dan haram,..sistem yang melegalkan riba,..sistem yang membentuk sendiri karakter manusia dengan pencitraan yang sama sekali tidak beribadah,..sistem yang menjerat manusia untuk tergantung akan uang,..dan secara keseluruhannya sistem yang merubah cara pandang manusia akan kehidupan!!!
dan ga ada yang lebih suck dari pada kita muak dan membeci suatu hal tapi kita jusru terjerat didalamnya dipaksa untuk menjalaninya.,.................aren't U??
|